DEUS KUMPUL-KUMPUL RIDE JAKARTA 2026 | PECAH DI IBU KOTA

Ada satu hal yang selalu jadi benang merah dari setiap pergerakan Deus Ex Machina, mereka tidak pernah sekadar bikin event. Mereka menciptakan ruang tempat di mana mesin, manusia, dan ide saling bertemu tanpa batasan yang kaku.

Lewat “Kumpul-Kumpul Ride”, semangat itu kembali terasa. Setelah bergerak dari Bali, perjalanan ini akhirnya mendarat di Jakarta bukan sebagai garis finish, tapi sebagai salah satu titik dalam perjalanan panjang yang terus hidup dan berubah.

Start dari Taman Menteng, rombongan bergerak melintasi jalanan ibu kota dengan vibe yang jauh dari kata rigid. Nggak ada formasi, nggak ada tekanan semuanya terasa organik, seperti riding bareng teman lama.

Tujuan akhirnya: Kopikina Kemang. Tapi sebenarnya, ini bukan soal titik akhir. Ini soal perjalanan itu sendiri.

Sesampainya di lokasi, energi langsung berubah jadi ruang kumpul lintas kultur. Dari sisi roda dua, builder seperti Frontwheel Motorcycle, Lembinc, Batakastem Workshop, Solace Motor, Swadaya Motorcycle, RSSQ, Evocycle Work, sampai Katros Garage menampilkan karya mereka, mulai dari yang clean & functional sampai yang out of the box.

Menariknya, bukan cuma motor yang hadir. Sunset Drive Club ikut membawa deretan mobil mereka, bikin dinamika acara makin cair. Beda medium, tapi satu frekuensi.

Bukan Deus kalau nggak ada sentuhan art. Nova13 hadir dengan live pinstriping—ngasih nyawa baru ke permukaan metal lewat garis-garis presisi. Sementara Never Too Lavish membuka sesi sketch, menangkap momen secara real-time.

 Sejak sore sampai malam, musik jadi layer yang nggak pernah lepas. Muklay, Philipponk, dan Diskopantera mengisi deck dengan karakter masing-masing, sebelum akhirnya ditutup oleh live performance Merrman. Transisinya halus, tapi tetap punya impact seperti flow event yang memang dirancang tanpa sekat.

 Setelah ini, Kumpul-Kumpul Ride akan terus bergerak ke Bandung dan Yogyakarta, sebelum kembali ke titik awal di Temple of Enthusiasm. Sebuah loop yang bukan sekadar perjalanan geografis, tapi juga perjalanan kultur.

Karena pada akhirnya, seperti filosofi Deus sendiri melakukan sesuatu berkarya, bergerak, berkumpul akan selalu lebih berarti daripada sekadar memiliki.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev
RAYAKAN 60 TAHUN THE AUTHENTIC, VANS DAN LAWLESS BURGER BAR HADIRKAN KOLABORASI KULINER

RAYAKAN 60 TAHUN THE AUTHENTIC, VANS DAN LAWLESS BURGER BAR HADIRKAN KOLABORASI KULINER

Jakarta, 30 April 2026 – Perayaan 60 tahun siluet legendaris The Authentic dari

You May Also Like
Total
0
Share