Skena roda dua Indonesia selalu punya cara sendiri untuk berkembang. Dari motor klasik, custom, sportbike, adventure, matic hingga berbagai komunitas riding modern, semuanya tumbuh dengan karakter dan kultur yang berbeda.
Kini, berbagai karakter tersebut akan dipertemukan dalam satu ruang melalui Throttle Land 2026, sebuah cross-genre moto festival yang akan digelar pada 29 Agustus 2026 di The Terrace, Jl. Gatot Subroto Kav. 21, Jakarta Selatan.
Digagas oleh Adam Hadziq dan Jimmy Indra, Throttle Land tidak hadir untuk mengkotak-kotakkan genre motor. Justru sebaliknya, festival ini ingin menciptakan ruang di mana berbagai komunitas, pelaku industri, kreator, hingga para pecinta lifestyle roda dua bisa bertemu dan menikmati atmosfer yang sama.
“Berbeda dengan event yang biasanya fokus pada satu jenis motor atau komunitas tertentu, Throttle Land mengusung semangat inklusif. Mulai dari penggemar motor klasik, custom, sportbike, adventure, matic, hingga komunitas riding modern dapat berkumpul dalam satu wadah yang sama.”
Bagi Throttle Land, motor bukan sekadar kendaraan. Di baliknya ada gaya hidup, kreativitas, pertemanan, dan persaudaraan yang terbentuk dari perjalanan panjang sebuah komunitas.
ROAD TO THROTTLE LAND
Sebelum menuju festival utama pada Agustus mendatang, energi Throttle Land lebih dulu dibangun melalui rangkaian Meet Up & Ride – Road To Throttle Land.
Digelar setiap akhir pekan, rangkaian ini menjadi cara Throttle Land untuk turun langsung menemui komunitas dan membangun koneksi sebelum hari-H. Salah satunya melalui WHEELS KNOCK, aktivitas yang mengajak tim Throttle Land menyambangi berbagai titik tongkrongan anak motor di Jakarta.
Bukan sekadar datang dan memperkenalkan event, WHEELS KNOCK menjadi ruang untuk ngobrol, bertukar cerita, dan melihat lebih dekat bagaimana komunitas menjalankan kultur mereka.
Ada pula NYABU (Nyarap Bubur), agenda sarapan bersama yang menjadi titik kumpul sebelum peserta melanjutkan riding atau Sunmori. Sederhana, tetapi justru dari momen seperti inilah interaksi dan koneksi antar-komunitas terbentuk.
Sementara itu, KURATOR (Cukur Rambut di Motor) membawa pendekatan yang lebih unik. Konsep mobile barbershop ini menghadirkan barber langsung ke tengah tongkrongan komunitas. Motor bukan hanya menjadi kendaraan, tetapi juga bagian dari pengalaman potong rambut yang berbeda.
Berbagai aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana Throttle Land membangun festivalnya bukan hanya dari atas panggung, tetapi dari komunitas itu sendiri.
LEBIH DARI SEKADAR EVENT MOTOR
Saat festival berlangsung di The Terrace, Jakarta Selatan, pada 29 Agustus 2026, Throttle Land akan membawa berbagai elemen yang lebih luas. Mulai dari riding dan gathering komunitas, display motor, tenant apparel dan lifestyle, hingga kolaborasi antara motor, fashion, art, dan music.
Semua elemen tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman yang tidak hanya dinikmati oleh penggemar motor, tetapi juga siapa pun yang tertarik dengan kultur dan gaya hidup roda dua.
Pada akhirnya, Throttle Land bukan tentang siapa yang memiliki motor paling keren atau berasal dari genre tertentu. Festival ini justru ingin menunjukkan bahwa perbedaan karakter dan gaya dapat menjadi alasan untuk bertemu.
Satu ruang, beragam genre, dan satu semangat yang sama: brotherhood










