ART OF SPEED MALAYSIA 2026 PERKUAT POSISI SEBAGAI FESTIVAL KUSTOM KULTURE TERBESAR DI ASIA TENGGARA

SERDANG 4 Augustus 2026 — Art of Speed Malaysia (AOS) 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu festival Kustom Kulture terbesar di kawasan Asia Tenggara. Memasuki penyelenggaraan ke-15, festival ini berlangsung di Malaysia Agro Exposition Park Serdang (MAEPS), Selangor, pada 1–2 Agustus 2026.

Mengusung konsep “Summer Festival – Kustom Bergaya”, Art of Speed Malaysia 2026 mempertemukan dunia otomotif custom dengan musik, seni, fashion, lifestyle, dan komunitas. Ribuan pengunjung dari Malaysia maupun berbagai negara hadir untuk menyaksikan deretan kendaraan custom, karya builder internasional, pertunjukan musik, hingga berbagai aktivitas interaktif.

Tahun ini, Art of Speed memperluas konsep festival dengan menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berfokus pada kendaraan. Berbagai program dirancang untuk mempertemukan pelaku industri kreatif, komunitas otomotif, seniman, musisi, serta penggemar Kustom Kulture dalam satu ruang.

Hadirkan Pelaku Kustom Kulture dari Berbagai Negara

Art of Speed Malaysia 2026 menghadirkan sejumlah tokoh penting dari dunia otomotif custom internasional. Sejumlah nama dari Jepang, Amerika Serikat, Australia, Singapura, Thailand, Taiwan, Filipina, Brunei, hingga Indonesia turut meramaikan festival tersebut.

Beberapa nama yang hadir antara lain perwakilan MOONEYES, Wataru Kato dari Liberty Walk, Yokomizo Gaku dari Hawgholic, Yoshiki Okubo dari Vise Clothing, Mark Kirkland dari DicE Magazine, serta Ronald Wong yang merupakan Lead Product Designer untuk lini Hot Wheels Premium.

Dari Indonesia, sejumlah pelaku dan komunitas Kustom Kulture turut ambil bagian, di antaranya SixtySick Paintlab, Fahmi Freeflow, Mill Art, Irvine Jasta, Kustomfest, Sunset Ride, dan BBQ Ride.

Kehadiran para pelaku dari berbagai negara tersebut memperlihatkan perkembangan jaringan Kustom Kulture yang semakin luas di kawasan Asia dan internasional.

Harley-Davidson Klasik hingga Liberty Walk Jadi Sorotan

Sejumlah kendaraan custom menjadi salah satu daya tarik utama Art of Speed Malaysia 2026. Pengunjung dapat melihat langsung berbagai karya sepeda motor dan mobil hasil modifikasi dari builder internasional.

Salah satu kendaraan yang menarik perhatian adalah Harley-Davidson Knucklehead tahun 1945 dari Hawgholic, Jepang. Selain itu, terdapat pula Harley-Davidson Shovelhead tahun 1966 dari Vise Clothing.

Festival ini juga menghadirkan pameran kendaraan custom dari Thailand dan Taiwan. Kehadiran Liberty Walk (LBWK) dari Jepang turut menjadi salah satu sorotan utama karena brand tersebut dikenal luas melalui gaya modifikasi ekstrem pada berbagai mobil performa dan supercar.

Selain kendaraan roda dua dan roda empat, Art of Speed juga menghadirkan sejumlah pameran bertema yang menampilkan perkembangan Kustom Kulture dari berbagai negara.

SoundCircus Padukan Musik dan Kultur Otomotif

Tidak hanya menghadirkan dunia otomotif, Art of Speed Malaysia 2026 juga menggelar SoundCircus Festival sebagai bagian dari rangkaian acara.

Program musik tersebut menghadirkan enam panggung yang tersebar di area indoor dan outdoor MAEPS. Sejumlah musisi dan grup musik tampil dalam festival tersebut, di antaranya Ella x Cokelat, Jemput Dengar bersama Sheila Majid, Nadin Amizah, Disagree, Johnny Pandora, Dannqrack & Eemrun, Hari Slatan, serta sejumlah penampilan spesial lainnya.

Salah satu atraksi yang menjadi perhatian adalah kehadiran Flying Fox di atas area penonton konser, yang disebut sebagai pengalaman pertama di Asia dalam konsep festival musik tersebut.

Kehadiran SoundCircus memperlihatkan bagaimana Art of Speed terus mengembangkan konsepnya dari festival otomotif menjadi sebuah perayaan lifestyle dan budaya kreatif yang lebih luas.

Hot Wheels Collectors Convention Kembali Digelar

Hall C menjadi pusat kegiatan para kolektor melalui penyelenggaraan Official Hot Wheels Collectors Convention Malaysia (HWCCM) ke-4.

Konvensi tersebut menghadirkan pameran koleksi, kegiatan komunitas, marketplace, serta berbagai aktivitas interaktif bagi penggemar diecast.

Salah satu produk yang diluncurkan adalah HWCCM 2026 Exclusive Custom Nissan Skyline GT-R V·Spec II (BNR34). Model tersebut memiliki nomor seri khusus, lisensi resmi Nissan, serta detail livery Motul dan Yokohama.

Acara ini juga menghadirkan Ronald Wong, Lead Product Designer Hot Wheels Premium, sebagai tamu spesial.

Selain itu, sejumlah Nissan Skyline GT-R yang tergabung dalam Malaysia Skyline Owners Group (MSOG) turut dipamerkan sebagai bagian dari perayaan peluncuran model diecast eksklusif tersebut.

Kolaborasi Brand dan Aktivitas Lifestyle

Art of Speed Malaysia 2026 juga memperluas jangkauan melalui berbagai kolaborasi dengan brand internasional dan lokal.

Sejumlah nama seperti Liberty Walk, Hot Wheels, DicE Magazine, Zippo, Touch ‘n Go, hingga brand lifestyle lainnya terlibat dalam program festival.

Selain itu, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas komunitas, mulai dari Santai Scooterist & Car Club Gathering, area rekreasi anak, hingga kegiatan sepeda melalui program KL Orbits.

Berbagai aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan Kustom Kulture tidak hanya berkaitan dengan kendaraan, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan fashion, musik, seni, dan gaya hidup.

Hall A dan Hall D menjadi bagian dari ruang eksplorasi berbagai subkultur. Program seperti Chopper Paradise, Pick-Up Line, Gravel Travel, serta Kulture Kartel menghadirkan berbagai aktivitas mulai dari pameran kendaraan, kompetisi sepeda custom, fashion vintage, streetwear, kompetisi B-Boy, hingga rap battle.

Best of Show Raih Kesempatan Tampil di Jepang

Penghargaan tertinggi di bidang otomotif custom juga diberikan kepada sejumlah peserta terbaik.

Untuk kategori Best of Show Automobile, penghargaan diraih oleh Shaun Jonathan Pinto melalui karya 1957 Porsche 356 Speedster Replica.

Sebagai bagian dari penghargaan, pemenang kategori tersebut mendapatkan kesempatan untuk menghadiri 34th Annual MOONEYES Yokohama Hot Rod Custom Show 2026 di Jepang.

Sementara kategori Best of Show Motorcycle diraih oleh The Bangkok Boys, yang terdiri dari Thanoporn, April Boys, dan Freestyle Custom.

Art of Speed Bangun Jaringan Kustom Kulture Internasional

Festival Director Art of Speed Malaysia, Asep Ahmad Iskandar, mengatakan perkembangan internasional Art of Speed merupakan hasil dari hubungan yang dibangun selama bertahun-tahun dengan komunitas Kustom Kulture global.

Menurutnya, Art of Speed tidak hanya berfungsi sebagai sebuah event, tetapi juga menjadi platform yang mempertemukan builder, brand, seniman, komunitas, dan penggemar dari berbagai negara.

“Dukungan internasional yang kami terima merupakan refleksi dari apa yang telah dibangun Art of Speed selama bertahun-tahun, bukan hanya sebagai sebuah acara, tetapi sebagai platform yang menghubungkan builder, brand, seniman, dan penggemar dari berbagai negara,” ujar Asep Ahmad Iskandar.

Ia menambahkan, Art of Speed akan terus membawa misi untuk merayakan kreativitas, mendukung komunitas lokal, serta memperkenalkan Malaysia sebagai salah satu pusat perkembangan Kustom Kulture di kawasan.

Melalui penyelenggaraan AOS 2026, Art of Speed kembali menunjukkan bahwa dunia otomotif custom telah berkembang menjadi sebuah ekosistem yang lebih luas. Kendaraan tidak lagi hanya menjadi objek modifikasi, tetapi juga bagian dari pertemuan antara kreativitas, seni, musik, fashion, lifestyle, dan komunitas.

Memasuki penyelenggaraan ke-15, Art of Speed Malaysia terus memperkuat perannya sebagai salah satu wadah penting bagi perkembangan Kustom Kulture di Asia Tenggara, sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku industri kreatif dan otomotif dari berbagai negara.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev
SUNRA DAN GOECO SIAP MEMPERCEPAT EKOSISTEM MOBILITAS LISTRIK DI INDONESIA

SUNRA DAN GOECO SIAP MEMPERCEPAT EKOSISTEM MOBILITAS LISTRIK DI INDONESIA

Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih

You May Also Like
Total
0
Share