Bali kembali menjadi titik temu berbagai kultur dalam Deus Slidetober Fest 2026, yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 Oktober. Digelar oleh Deus ex Machina Indonesia, festival ini mempertemukan motor kustom, surfing, seni, musik, kuliner, dan komunitas dalam satu rangkaian perayaan yang terasa khas Deus.
Bukan sekadar festival dengan deretan kompetisi, Slidetober Fest menjadi ruang bertemunya berbagai karakter dan minat. Dari trek balap hingga pantai, dari pameran seni sampai panggung musik malam hari, semuanya hadir dalam satu atmosfer yang santai namun tetap penuh aktivitas.
DARI PANTAI HINGGA LINTASAN OFF-ROAD
Agenda hari pertama dibuka dengan kompetisi surfing. Kondisi laut yang awalnya cukup bersahabat berubah semakin menantang menjelang siang. Ombak yang membesar membuat para surfer harus mengandalkan teknik dan pengalaman untuk tetap bermain.
Memasuki hari kedua, giliran Dress Up Drag Races yang menjadi perhatian. Berlangsung di Pantai Pasut, balapan ini mempertemukan motor kustom dua-tak dan empat-tak di atas trek pasir pantai.
Bukan hanya soal siapa yang paling cepat. Sesuai namanya, penampilan rider juga menjadi bagian dari pertunjukan. Berbagai kostum dengan karakter berbeda membuat balapan ini terasa lebih seperti perayaan gaya dan ekspresi komunitas.
Kondisi pasang air laut sempat menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggaraan balapan. Namun, justru situasi tersebut menjadi bagian dari karakter Dress Up Drag Races yang memang tidak menawarkan balapan konvensional.
SWANK RALLY, PENUTUP DENGAN ADRENALIN
Hari terakhir menjadi giliran Swank Rally untuk mengambil panggung. Menggunakan rute baru dengan tingkat tantangan yang lebih tinggi, lintasan off-road ini membawa para rider melewati berbagai kondisi medan dan rintangan.
Di sini, kemampuan rider dan ketahanan motor benar-benar diuji. Motor kustom tidak hanya menjadi objek yang dipamerkan, tetapi juga diajak keluar dari zona nyaman untuk menghadapi medan terbuka.
Swank Rally sekaligus menjadi salah satu representasi kuat dari semangat Slidetober Fest: membawa kultur motor ke dalam pengalaman berkendara yang lebih luas.
KETIKA MOTOR BERTEMU SENI
Di luar aktivitas roda dua, Slidetober Fest juga memberikan ruang bagi dunia seni.
Pada malam kedua, Temple of Enthusiasm menjadi lokasi pameran tunggal Andre Yoga bertajuk A Familiar Distance. Pameran tersebut kemudian dilanjutkan dengan sesi artist talk bersama sang seniman, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk melihat sisi lain dari kultur yang dirayakan festival ini.
Aktivitas kuliner dan berbagai hiburan juga mengisi rangkaian acara. Salah satunya adalah sesi live grilling BBQ bersama WTF pada malam pertama, yang berlangsung di tengah deretan motor dan komunitas.
APRESIASI BUAT KOMUNITAS
Menurut Director Deus Ex Machina, Arthur Jean Alois Permin, tema Slidetober Fest tahun ini pada dasarnya masih membawa semangat yang tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Bagi Deus, festival ini merupakan bentuk apresiasi kepada para penggemar dan rider yang telah menjadi bagian dari komunitas mereka.
“Deus tetap mengedepankan kesederhanaan dan tidak hadir untuk menunjukkan keunggulan diri. Setiap acara yang kami gelar lebih mengutamakan kesenangan dan menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat apa yang kami lakukan,” ujar Arthur melalui keterangan resminya.
Pernyataan tersebut terasa cukup relevan dengan keseluruhan atmosfer Slidetober Fest. Tidak ada satu elemen yang benar-benar berdiri sendiri. Motor, surfing, seni, musik, makanan, hingga komunitas justru saling melengkapi dan menciptakan pengalaman yang lebih luas.
DITUTUP MUSIK DAN PARA PEMENANG
Deus Slidetober Fest 2026 akhirnya ditutup dengan pengumuman para pemenang dari berbagai kompetisi yang berlangsung selama festival.
Setelah urusan kompetisi selesai, malam penutup dilanjutkan dengan pertunjukan musik. The Panturas menjadi salah satu magnet utama di panggung malam tersebut, membawa energi yang pas untuk menutup tiga hari perayaan.
Tiga hari di Bali ini kembali menunjukkan bagaimana kultur kustom tidak harus berhenti pada motor. Ia bisa melebar ke ombak, pasir, karya seni, makanan, musik, dan yang paling penting—orang-orang yang datang untuk menikmatinya.
Deus Slidetober Fest 2026 pun selesai. Tapi kultur dan pertemuan yang dibangunnya jelas tidak berhenti di sana
Foto: Suleart, Solace









