PEVS 2026 Sukses Digelar, 45 Peserta Tampilkan Perkembangan Ekosistem EV Indonesia

645 Magazine – Jakarta. Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 resmi mengakhiri penyelenggaraannya pada Minggu (1/11/2026). Digelar selama empat hari di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pameran kendaraan listrik ini berhasil mencatat 35.257 pengunjung hingga pukul 15.00 WIB pada hari terakhir.

Ajang yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO) bersama Dyandra Promosindo tersebut menghadirkan 45 peserta dari berbagai sektor industri kendaraan listrik. Mulai dari produsen mobil dan motor listrik hingga perusahaan pendukung ekosistem elektrifikasi, seluruhnya turut meramaikan pameran tahun ini.

Jumlah pengunjung tersebut masih berpotensi bertambah mengingat kegiatan pameran berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

Ketua Umum PERIKLINDO, Moeldoko, mengapresiasi antusiasme masyarakat serta dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan PEVS 2026. Menurutnya, tingginya aktivitas pengunjung selama pameran menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia.

“Rasanya empat hari berlalu begitu cepat, terlebih melihat suasana pameran yang tetap ramai dan antusiasme pengunjung yang tidak surut sejak hari pertama hingga penutupan,” ujar Moeldoko dalam keterangan resminya.

Ia juga menyoroti program Dyandra Cashback Program yang dinilai mampu meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Cashback Hingga Rp200 Juta Jadi Daya Tarik PEVS 2026

Salah satu program yang mencuri perhatian pengunjung adalah Dyandra Cashback Program dengan total nilai cashback mencapai Rp200 juta untuk pembelian kendaraan listrik roda dua maupun roda empat.

Tidak hanya menawarkan cashback tunai, program ini juga memberikan keuntungan tambahan berupa voucher listrik serta voucher aksesori dan aftermarket.

Direktur Dyandra Promosindo, Rumpoko Hadi, menyebut capaian jumlah pengunjung menjadi salah satu indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Menurutnya, transaksi kendaraan selama pameran turut menunjukkan respons positif terhadap berbagai penawaran yang dihadirkan.

“Keberhasilan ini tentunya menjadi bukti nyata pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan bukti bahwa kendaraan listrik menjadi salah satu primadona masyarakat saat ini,” jelas Rumpoko.

Selain program promosi, penyelenggara juga menghadirkan fasilitas test drive dan test ride indoor. Fasilitas ini memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk merasakan langsung pengalaman menggunakan kendaraan listrik sebelum memutuskan melakukan pembelian.

45 Peserta Ramaikan Berbagai Segmen Industri Kendaraan Listrik

PEVS 2026 menghadirkan 45 peserta yang berasal dari beragam sektor industri kendaraan listrik. Untuk kategori kendaraan roda empat, sejumlah merek yang berpartisipasi antara lain BAIC, BYD, Chery, Danza, DFSK, Hyundai, iCar, JAECOO, MAB, MG, Polytron, VinFast, dan Wuling.

Sementara itu, segmen kendaraan roda dua diramaikan ALVA, AHM, Indomobil E-Motor, Polytron, Selis, United E-Motor, dan VinFast.

Tidak hanya produsen kendaraan, pameran ini juga menghadirkan industri pendukung yang menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem elektrifikasi nasional.

Di sektor transportasi udara, terdapat Frogs Indonesia, Nirawak.id, dan TAU. Sektor transportasi laut diikuti IKAME Water Gear dan J7Seven. Sedangkan sektor transportasi publik melibatkan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.

Adapun kategori industri pendukung dan sponsor diisi Bluebird Group, Biznet, Warna Warni, 8DR & NERO, BiruBatt, Dekka & GPS.ID, serta DinarSMU Industries.

EV Student Showcase hingga EV Mobility Zone Hadirkan Edukasi Elektrifikasi

Selain menjadi ajang pameran dan transaksi kendaraan listrik, PEVS 2026 juga menghadirkan berbagai program edukasi dan hiburan untuk memperkenalkan perkembangan teknologi elektrifikasi kepada masyarakat.

Salah satunya EV Student Showcase yang berlangsung di Hall C3. Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan kreativitas serta inovasi di bidang kendaraan listrik.

Sejumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Budi Luhur, dan Politeknik Negeri Jakarta.

Masih di Hall C3, pengunjung juga dapat menjelajahi EV Mobility Zone yang memperlihatkan penerapan teknologi elektrifikasi dalam tiga kategori, yakni Land Mobility, Air Mobility, dan Marine Mobility.

Kehadiran zona tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan kendaraan listrik tidak hanya terbatas pada mobil dan sepeda motor, tetapi juga mulai merambah sektor transportasi udara, laut, hingga transportasi publik.

EV Push Bike Race dan EV Fest Meriahkan Hari Terakhir

Menambah daya tarik bagi pengunjung keluarga, PEVS 2026 turut menggelar EV Push Bike Race pada Minggu (1/11/2026). Kompetisi ini diikuti lebih dari 200 peserta anak-anak dan menjadi salah satu aktivitas interaktif yang memeriahkan hari terakhir pameran.

Sementara itu, pecinta modifikasi otomotif juga mendapatkan ruang melalui rangkaian EV Fest. Program ini menampilkan mobil dan sepeda motor listrik hasil modifikasi dari sejumlah tuner serta kreator otomotif.

EV Fest sendiri merupakan hasil kolaborasi Indonesia Automodified (IAM) dan Adipro, sekaligus memperlihatkan bagaimana kendaraan listrik dapat menjadi bagian dari perkembangan kreativitas dan budaya otomotif.

PEVS Diharapkan Dorong Pertumbuhan Industri EV Nasional

Berakhirnya PEVS 2026 menjadi salah satu momentum penting bagi industri kendaraan listrik Indonesia. Kehadiran puluhan peserta dari berbagai sektor, tingginya jumlah pengunjung, serta beragam program yang ditawarkan memperlihatkan semakin luasnya ekosistem elektrifikasi di Tanah Air.

Rumpoko Hadi berharap perkembangan industri kendaraan listrik ke depan dapat terus meningkat, baik dari sisi daya saing maupun penjualan kendaraan listrik di pasar domestik.

“Ke depannya, kami berharap industri kendaraan listrik di Indonesia dapat terus bertumbuh, semakin kompetitif dan mampu mendorong peningkatan penjualan kendaraan listrik di tanah air,” tutup Rumpoko.

Dengan berakhirnya PEVS 2026, tantangan berikutnya adalah bagaimana menjaga momentum positif tersebut agar minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus berkembang dan diikuti dengan penguatan industri serta infrastruktur pendukungnya.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev
Peugeot Django Evo 125, Harga Tembus Rp74 Juta

Peugeot Django Evo 125, Harga Tembus Rp74 Juta

645 Magazine – Jakarta

You May Also Like
Total
0
Share