Rasamadu Heritage berubah jadi lautan adrenalin akhir pekan kemarin. Deru mesin, aroma ban terbakar, dentuman musik, sampai teriakan penonton berpadu jadi satu dalam gelaran Burnout 2025: INEXTINGUISHABLE yang berlangsung 8 November 2025 lalu.
Setelah absen beberapa tahun, kali ini event otomotif kebanggaan Solo Raya tampil jauh lebih segar—venue yang ikonik, stage baru, visual lebih rapi, plus konten adu fighting antar komunitas motor yang sukses bikin penonton susah berkedip.
Bukan cuma warga Solo, pengunjung dari Jakarta, Jogja, Semarang, dan berbagai kota lain juga ikut tumpah ruah. Tercatat sekitar 5.000 orang hadir sepanjang acara, menikmati lebih dari 30 mobil dan 80 motor dari 100 komunitas yang memadati venue sejak pagi hingga malam. Dari jam 10.00 sampai 22.00, Rasamadu Heritage rasanya nggak pernah berhenti bergetar—baik karena mesin, maupun antusiasme penontonnya.
Area tenant, stage performer, hingga instalasi display kendaraan jadi spot favorit buat nongkrong, foto, ngobrol, dan ketemu komunitas baru. Banyak yang bilang, Burnout 2025 terasa lebih matang—lebih berani, lebih kreatif, tapi tetap menjaga jiwa street culture khas Solo Raya.
Menurut Sutanto Eko, owner Rich Richie Ride Garage sekaligus salah satu founder Burnout, semangat itu memang jadi fondasi acara ini. “Dari awal digagas 2015 lalu, Burnout bukan cuma soal pamer motor atau mobil. Ini tentang merawat kultur, mempertemukan orang-orang dengan passion yang sama, dan membuktikan bahwa Solo punya ruang kreatif yang nggak pernah padam,” ujarnya.
Begitu lampu panggung meredup dan mesin terakhir dimatikan, nuansanya jadi sentimental. Venue memang kembali kosong, tapi semangatnya nggak ikut pulang. Dan mungkin itu inti dari tagline tahun ini—INEXTINGUISHABLE. Semangat yang terus hidup di setiap piston, setiap percikan las, setiap proyek garasi, dan setiap kepala yang percaya bahwa passion otomotif nggak pernah punya garis finish.
Burnout 2025 Powered by Rich Richie Ride Garage memberi panggung bagi sponsor, media partner, komunitas, performer, dan tentu ribuan pengunjung yang menjadikan acara ini lebih dari sekadar festival—tapi selebrasi kultur.
Dan seperti janji panitia, Burnout nggak akan berhenti di sini. Tahun depan, mereka janji akan kembali—lebih besar, lebih liar, lebih berani, dan tetap dengan satu api yang sama:
✨ INEXTINGUISHABLE — Semangat yang Tak Terpadamkan.
Foto: Yudha SoloKamera






















