SCOOTER PRIX ROUND 2 | MUDA BERANI DAN NGEBUT

Akhir pekan di Sirkuit Sentul Karting, Bogor, berubah jadi medan tempur para jagoan skuter dalam lanjutan Scooter Prix 2025 Round 2 pada 28–29 Juni 2025. Balapan yang dikenal sebagai ajang skuter paling bergengsi di Indonesia ini kembali hadir dengan energi baru, peserta lebih banyak, dan dukungan komunitas yang semakin kuat.

Setelah Round 1 sukses digelar sebelumnya, putaran kedua ini menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi jumlah peserta dan atmosfer kompetisi. Total 163 pembalap ambil bagian dalam 14 kelas yang terbagi dalam tiga kategori: Kelas Utama, Kelas Promosi, dan Kelas Reguler.

Pembalap Muda Unjuk keberanian

Yang menarik di Round 2 ini adalah munculnya sejumlah pembalap muda bertalenta, yang mulai menjajal kerasnya persaingan balap skuter. Salah satunya adalah Chessy Meilandri, 16 tahun, yang turun di Kelas Utama 4T 220cc Open. Chessy langsung tancap gas sejak sesi QTT (qualification time trial) dan sukses mengamankan posisi start keempat. Di hari balapan, ia mampu mempertahankan ritme dan finish di posisi yang sama.

“Meski masih muda, Chessy punya pengalaman balap internasional. Dia pembalap potensial yang membawa warna baru di Scooter Prix tahun ini,” ujar Priambodo Soesetyo, Co-founder dan Project Director Scooter Prix.

Pembalap muda lainnya yang mencuri perhatian adalah Herlian Dandi (19 tahun). Turun di 6 kelas sekaligus, Dandi sukses meraih juara di 3 kelas: 2T Standar Pemula, 2T Tune Up Pemula, dan 4T 220cc Open Promosi. Gak heran kalau namanya mulai naik sebagai rising star di dunia balap skuter nasional.

Persaingan Sengit di Kelas Utama

Dari sisi klasemen, atmosfer kompetisi di Kelas Utama makin panas. Di 2T Small Frame FFA Open, selisih poin antar pembalap sangat tipis. Seperti Ahmad Saugi (Rodolfo Racing Team) memimpin dengan 38 poin, lalu Putra Purnama Alam (Widia Persada Racing Team) mengejar dengan 36 poin, dan Revin Yuridistira (GTS Abang Gas) membuntuti di posisi 3 dengan 31 poin

Sementara di 2T Tune Up Open, dua pembalap—M. Abdul Azis (Hoentoe 14 Gunsspeed) dan Adi Faisal (Rifky Racing Team)—masih imbang dengan 45 poin. Sedangkan M. Nurgianto dari Sejahtera Abadi Race Team Ganesha terus tak tergoyahkan di 4T 220cc Open, dengan total poin sempurna: 50.

Komunitas = Nyawa Event

Bukan Scooter Prix namanya kalau tanpa euforia komunitas. Putaran kedua ini diramaikan oleh puluhan komunitas skuter yang ikut Sunmori bertajuk “Let’s Gas”—start dari T-Bene Cafe Bogor dan finish di area sirkuit.

Bahkan di Yogyakarta, beberapa komunitas ikut menggelar nobar bareng (nonton bareng) Scooter Prix. Menariknya, Round 2 juga membuka kelas khusus Lambretta, yang makin menambah variasi peserta dan atmosfer nostalgia di lintasan.

Total 18 komunitas dari berbagai kota di Indonesia hadir, bahkan beberapa datang dari Malaysia, Thailand, dan Filipina. Semua ini makin memperkuat kesan bahwa Scooter Prix adalah tempat pertemuan lintas batas untuk para pecinta roda dua.

Merch, UMKM, dan Kolaborasi Brand Lokal

Event ini juga diramaikan oleh 15 booth UMKM—naik dari 10 booth di round sebelumnya. Para pengunjung bisa hunting apparel, parts, makanan, dan official merchandise hasil kolaborasi Scooter Prix dengan AHRS dan 7Gear.

“Komunitas adalah bahan bakar utama Scooter Prix. Setiap tahun mereka terus bertambah, begitu juga energi dan kreativitasnya. Ini bukan sekadar balapan, tapi festival budaya skuter yang terus tumbuh,” jelas Handoko P. Wibowo, Marketing & Publicity Scooter Prix.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prev
ATT 8 | RIBUAN PECINTA TRIL TUA BERKUMPUL DI BALI

ATT 8 | RIBUAN PECINTA TRIL TUA BERKUMPUL DI BALI

Geng Tril Tua Indonesia sebagai wadah penggemar motor tril (trail) lawas,

Next
D13HARD MOTORCYCLE MUSIC FEST 2025: KULTUR KOLEKTIF DI BANDUNG

D13HARD MOTORCYCLE MUSIC FEST 2025: KULTUR KOLEKTIF DI BANDUNG

Bandung, 28 Juni 2025D13HARD Motorcycle Music Fest 2025 sukses digelar sebagai

You May Also Like
Total
0
Share