645 Magazine – Jakarta. Peugeot Motocycles Indonesia resmi memperkenalkan Django Evo 125 untuk pasar Indonesia. Hadir dengan desain khas skuter Eropa yang dipadukan teknologi modern, model terbaru ini langsung mencuri perhatian berkat banderol harganya yang mencapai Rp74 juta untuk varian tertinggi.
Dengan harga tersebut, Peugeot Django Evo 125 menjadi salah satu skuter matik bermesin 125 cc dengan banderol paling premium di pasar Indonesia. Menariknya, Peugeot tidak menawarkan kapasitas mesin besar sebagai daya tarik utama. Sebaliknya, pabrikan asal Prancis ini mengandalkan kombinasi desain ikonis, fitur modern, kenyamanan, dan karakter eksklusif.
Diperkenalkan dalam acara Peugeot Django Evo Media Day di Jakarta, Rabu (28/10/2026), model ini sekaligus memperluas keluarga Django yang sebelumnya telah memiliki varian Classic, Sport, dan Café Racer.
Untuk pasar Indonesia, Peugeot menghadirkan dua pilihan Django Evo 125, yakni Allure dengan harga Rp71 juta dan Sport yang dibanderol Rp74 juta. Seluruh harga berstatus on the road (OTR) Jakarta.
Harga Peugeot Django Evo 125 Mulai Rp71 Juta
Harga menjadi salah satu aspek paling menarik dari kehadiran Peugeot Django Evo 125. Di tengah persaingan skuter matik 125 cc yang umumnya bermain di segmen harga lebih terjangkau, Peugeot justru menempatkan produk ini di kelas premium.
Varian Allure tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu Ink Black dan Cherry Red. Sementara itu, tipe Sport hadir dengan warna Silver yang memberikan kesan lebih sporty dan modern.
Meski memiliki perbedaan harga, kedua varian tersebut menggunakan spesifikasi mesin dan perlengkapan utama yang sama. Perbedaan lebih difokuskan pada karakter tampilan yang ditawarkan kepada konsumen.
Strategi Peugeot ini memperlihatkan bahwa Django Evo 125 tidak sekadar diposisikan sebagai alat transportasi harian, tetapi juga sebagai skuter yang mengedepankan gaya hidup dan identitas penggunanya.
Desain Modern dengan Identitas Khas Skuter Eropa
Secara tampilan, Peugeot Django Evo 125 membawa pendekatan desain yang lebih modern dibandingkan anggota keluarga Django sebelumnya. Garis bodinya terlihat lebih tegas, tetapi tetap mempertahankan karakter elegan yang menjadi identitas skuter Peugeot.
Salah satu bagian yang mendapatkan perhatian adalah sistem pencahayaan. Lampu depan sudah menggunakan LED signature, begitu pula lampu sein, lampu posisi, dan lampu belakang.
Peugeot juga menyematkan grab rail terintegrasi yang menyatu dengan desain bodi. Detail ini membuat tampilan belakang terlihat lebih bersih sekaligus memberikan sentuhan modern.
Sebagai pembanding, Django Classic mempertahankan gaya retro ikonis, Django Sport tampil lebih ekspresif dengan grafis nomor balap, sedangkan Django Café Racer mengusung karakter berbeda melalui penggunaan spion bar-end, mini windscreen, dan tail cover yang dapat dilepas.
“Kehadiran Django Evo memberikan pilihan baru bagi konsumen yang menyukai karakter keluarga Django, tetapi menginginkan tampilan lebih kontemporer,” ujar Managing Director Peugeot Motocycle Indonesia, Erlangga Djojosputro.
Mesin 125 cc Menghasilkan Tenaga 12,65 PS
Di sektor dapur pacu, Peugeot Django Evo 125 mengandalkan mesin bensin berkapasitas 125 cc dengan konfigurasi satu silinder, empat langkah, dan empat katup.
Mesin tersebut sudah menggunakan sistem pendingin cairan atau radiator serta teknologi electronic fuel injection (EFI) untuk mendukung efisiensi pembakaran.
Berdasarkan spesifikasi yang diumumkan, tenaga maksimalnya mencapai 12,65 PS atau setara 9,3 kW pada 8.500 rpm.
Managing Director Peugeot Motocycles Indonesia, Erlangga Djojosaputro, menjelaskan bahwa pengembangan mesin Django Evo 125 diarahkan untuk memberikan keseimbangan antara efisiensi dan performa.
“Dengan Peugeot Django Evo 125 kami lebih mengejar efisiensi, tapi horse power besar. Jadi motor ini cukup efisien dan lincah untuk di perkotaan,” ujar Erlangga.
Karakter tersebut membuat Django Evo 125 diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas perkotaan, terutama bagi konsumen yang menginginkan skuter praktis dengan sentuhan premium.
Panel TFT 5 Inci dan Keyless Jadi Fitur Unggulan
Masuk ke area kokpit, Peugeot Django Evo 125 sudah menggunakan panel instrumen TFT berwarna berukuran 5 inci.
Layar digital ini menjadi pusat informasi berkendara sekaligus memberikan kesan modern pada area kemudi. Penggunaan panel TFT juga menjadi salah satu pembeda Django Evo dari skuter matik konvensional di kelas kapasitas mesin serupa.
Selain itu, tersedia sistem keyless ignition yang memungkinkan pengendara mengoperasikan motor tanpa menggunakan anak kunci konvensional.
Fitur kepraktisan lainnya hadir melalui tombol pembuka kompartemen penyimpanan depan. Menariknya, ruang penyimpanan tersebut juga dilengkapi soket pengisian daya untuk perangkat elektronik.
Peugeot turut menyematkan lampu hazard dan pengaman standar samping sebagai perlengkapan tambahan.
Sistem Pengereman ABS dan Suspensi Monoshock
Untuk menunjang keselamatan, Peugeot Django Evo 125 menggunakan rem cakram pada roda depan dan belakang.
Bagian depan mengandalkan cakram berdiameter 200 mm, sedangkan roda belakang menggunakan cakram 190 mm. Sistem pengeremannya sudah dilengkapi ABS satu kanal yang membantu mengurangi risiko roda terkunci ketika terjadi pengereman mendadak.
Sementara itu, sektor suspensi menggunakan model teleskopik di bagian depan dan monoshock di belakang.
Kombinasi tersebut dipadukan dengan ban berukuran 110/70-12 di depan serta 120/70-12 di belakang.
Kehadiran ABS menjadi nilai tambah tersendiri, terutama untuk penggunaan di lingkungan perkotaan yang memiliki kondisi lalu lintas dinamis dan membutuhkan respons pengereman yang baik.
Bagasi Mampu Menampung Helm Jet
Meski mengusung harga premium, Peugeot tetap memperhatikan aspek fungsionalitas pada Django Evo 125.
Skuter ini menggunakan desain dek kaki rata atau flat floor yang memberikan ruang lebih leluasa bagi pengendara. Area tersebut juga memudahkan ketika harus membawa barang bawaan berukuran kecil.
Di bawah jok tersedia kompartemen penyimpanan yang mampu menampung helm jenis jet dengan visor. Kapasitas penyimpanan ini menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung penggunaan sehari-hari.
Peugeot juga menghadirkan footstep penumpang dengan mekanisme tekan. Pijakan dapat dibuka ketika dibutuhkan dan disimpan kembali agar tampilan bodi tetap rapi.
Untuk dimensinya, Django Evo 125 memiliki panjang 1.932 mm, lebar 753 mm, dan tinggi 1.110 mm. Tinggi jok berada di angka 780 mm dengan jarak sumbu roda 1.369 mm.
Bobot kosongnya mencapai 138 kg, sedangkan kapasitas tangki bahan bakar sebesar 7,9 liter.
Jaringan Dealer dan Layanan Purnajual Peugeot
Selain spesifikasi dan desain, dukungan layanan purnajual menjadi faktor penting bagi konsumen yang mempertimbangkan skuter dengan harga mencapai puluhan juta rupiah.
Saat ini, layanan Peugeot Motocycles di Indonesia tersedia melalui Peugeot Motocycles Cilandak di Jakarta Selatan, Sea-Doo Can-Am Semarang, serta Tip Top Proshop Surabaya.
Fasilitas yang disediakan mencakup perawatan berkala, diagnosis kendaraan, penyediaan suku cadang, hingga aksesori orisinal Peugeot. Fasilitas test ride juga tersedia melalui Tip Top Proshop.
Director PT Permata Otomotif Indonesia, William Sinanta, mengatakan kehadiran Django Evo menjadi bagian dari upaya Peugeot mempertahankan identitas produknya sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas masa kini.
“Kehadiran Django Evo meneruskan hubungan tersebut melalui produk yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas masa kini, sambil mempertahankan identitas Peugeot dalam keluarga Django,” ujar William.
Ke depan, POI juga berencana memperluas jaringan layanan ke sejumlah wilayah, termasuk Bali, Subang, dan Bandung.
Pemesanan Dibuka di GJAW x IMOS 2026
Bagi konsumen yang tertarik memiliki Peugeot Django Evo 125, pemesanan dijadwalkan mulai dibuka melalui ajang GJAW x IMOS 2026.
Pameran tersebut akan berlangsung pada 20–29 November 2026 di ICE BSD City.
Dengan banderol Rp71 juta hingga Rp74 juta, Peugeot Django Evo 125 memang menawarkan pendekatan berbeda di segmen skuter matik 125 cc. Desain khas Eropa, panel TFT 5 inci, sistem keyless, pengereman ABS, hingga sejumlah fitur praktis menjadi modal utama untuk menarik perhatian konsumen.
Namun, harga yang cukup tinggi juga membuat Django Evo 125 memiliki target pasar tersendiri. Skuter ini lebih menyasar konsumen yang mengutamakan desain, eksklusivitas, dan karakter premium dibandingkan sekadar kapasitas mesin atau performa.
Pada akhirnya, Django Evo 125 menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin tampil berbeda melalui sebuah skuter matik dengan identitas kuat khas Peugeot.










