Ajang Sunday is Classic Day Volume XIV yang berlangsung di area Bakso Lapangan Tembak, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, kembali menjadi agenda rutin silaturahmi para pecinta kendaraan klasik di Jakarta dan sekitarnya.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar kumpul komunitas, tetapi telah menjadi ruang hidup bagi para penggemar motor klasik untuk berbagi cerita, referensi, dan semangat menjaga warisan otomotif.
Bertepatan dengan gelaran pada Minggu, 5 April 2026, momen ini juga menjadi bagian penting dari rangkaian pra-event Motor Antique Club Indonesia (MACI) menuju JAWARA – Jelajah Warisan Nusantara 2026.
Agenda besar ini diproyeksikan sebagai salah satu event otomotif klasik berskala internasional yang membawa misi lebih luas dari sekadar kegiatan berkendara.
Rally Berbasis Heritage dan Perjalanan Budaya
Melalui JAWARA 2026, MACI menghadirkan konsep International Classic Bike Rally yang memadukan pelestarian sejarah otomotif dengan promosi pariwisata dan budaya Indonesia. Mengusung tema “Heritage on Wheels”, kegiatan ini akan berlangsung pada 15–16 Mei 2026 dengan rute Malang menuju Solo.
Sekitar 300 peserta dari dalam dan luar negeri dijadwalkan ambil bagian, dengan menggunakan motor klasik produksi Eropa dan Amerika hingga tahun maksimal 1976. Tidak sekadar touring, rally ini dirancang sebagai perjalanan lintas budaya yang menghadirkan pengalaman menyeluruh—mulai dari lanskap alam, interaksi dengan masyarakat lokal, hingga eksplorasi nilai tradisi di sepanjang rute.
Rangkaian acara juga dikemas dengan berbagai aktivitas, termasuk seremoni pembukaan di Balaikota Malang, checkpoint experience di sejumlah titik wisata, hingga penutupan di Benteng Vastenburg Solo. Format ini menempatkan perjalanan sebagai sebuah narasi, bukan hanya perpindahan titik ke titik.
Motor Klasik sebagai Representasi Identitas dan Diplomasi Budaya
Lebih jauh, JAWARA menjadi refleksi perubahan cara pandang terhadap motor klasik di Indonesia. Tidak lagi sekadar koleksi atau simbol gaya hidup, motor klasik kini diposisikan sebagai bagian dari identitas budaya yang memiliki nilai historis.
MACI secara konsisten mendorong edukasi publik mengenai pentingnya pelestarian kendaraan bersejarah sebagai bagian dari warisan bangsa. Melalui pendekatan seperti JAWARA, komunitas tidak hanya berperan sebagai penghobi, tetapi juga sebagai pelaku aktif dalam menjaga dan memperkenalkan sejarah kepada publik yang lebih luas.
“JAWARA bukan sekadar rally, tetapi perjalanan yang menghidupkan kembali sejarah dan membawa kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia, sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat di sepanjang rute yang dilalui,” ujar Fanny Nurisma, Ketua Pelaksana JAWARA Rally 2026.
Sementara itu, Ketua Umum MAC Indonesia, Harno Bagong WL, menegaskan bahwa JAWARA merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi komunitas motor klasik Indonesia di level global.
“Melalui JAWARA, kami ingin menunjukkan bahwa komunitas motor klasik Indonesia tidak hanya menjaga kendaraan bersejarah, tetapi juga mampu menghadirkan event berkualitas internasional yang membawa identitas dan budaya Indonesia ke perhatian dunia,” ujar Harno Bagong WL.
Dengan melibatkan peserta internasional serta mengangkat potensi daerah yang dilalui, JAWARA juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dalam jangka panjang, event ini ditargetkan menjadi agenda otomotif klasik berkelanjutan yang mampu memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
Berangkat dari ruang sederhana seperti Sunday is Classic Day, langkah menuju panggung yang lebih besar kini mulai terlihat jelas. JAWARA bukan hanya tentang perjalanan motor klasik, tetapi tentang bagaimana warisan masa lalu dapat terus bergerak—membawa cerita, identitas, dan wajah Indonesia ke dunia internasional.
foto : Eki , MACI














